Drama Cinta
Ketika rasa yang ditunjukkan dengan tulus tergantikan dengan pengistilahan DRAMA, ketika tangis yang terdera karena luka hanya ternilai sebagai bukan lagi apa-apa, ketika semuanya menguap oleh panasnya emosi, cinta kita telah tiada… Saya turut berduka atasnya :’|
Aku tahu ini hadir atas keputusan prematur dengan tujuan yang tidak dipahami oleh kedua belah pihak, ok ok, tak perlu berteriak, akulah si pembuat keputusan itu, tapi apa yang telah dibuat tidak sama sekali bertujuan persis seperti yang kamu prasangka, dan ketika kucoba untuk menarik kembali benang yang terbelit dalam kusut masalah, menolehpun tidak, hanya tawa gembira yang aku terima :’|
Kita tidak berdiri sejajar jika kamu menyebutnya kesalahpahaman, kita tidak duduk di bangku yang sama ketika kamu melihatnya sebagai keputusan mutlak yang mati revisi, kita tidak terpeluk dalam tubuh yang sama ketika kamu… Ah sudahlah, semuanya toh telah juga berakhir.
Rasa itu telah lama hilang sebenarnya, akulah si pembuka wacana untuk meluluskan semua rencana yang kamu punya.
Aku masih cinta :’)
Semoga tidak ada rasa yang sama seperti yang aku rasa hari ini, dikemudian hari… Cinta ini menusuk jantung hingga menembus hatiku yang rapuh…
Terima kasih atas semua cinta yang pernah ada.
Yang selalu mencintaimu,
Andi
Leave a comment