Archive for January, 2012
Merokok di Singapura
Singapura mungkin adalah neraka bagi seluruh perokok dunia (bagi mereka yang berkunjung ke Negara ini), kecuali tentunya buat yang punya kocek lebih hingga 1000 SGD tiap kali ingin mencoba-coba apa yang akan terjadi ketika mereka merokok sembarangan ditempat umum. Bagaimana tidak, hari ini aja sulit sekali bagi gue menemukan tempat yang benar-benar nyaman untuk bisa menikmati sebatang tembakau inspirasi yang kadang bisa membantu gue menemukan secercah ide untuk menghidupi cucu-cucu gue kedepannya. Yah, beberapa hal yang bisa gue lakukan saat ini adalah memastikan tempat itu benar-benar bisa digunakan untuk merokok (smoking area) yang mana sangat sedikit sekali jumlahnya di sini atau menunggu waktu pulang ke hotel dan bersegera ke smoking corner atau toilet kamar gue. Atau menjalankan pilihan ampuh yang juga disediakan oleh Pemerintah Singapura yaitu BERHENTI TOTAL.
Tapi sebenarnya gue masih menemukan satu atau dua perokok nekat yang merokok dipinggir jalan dan public place non-AC yang jelas-jelas disitu tertempel gambar larangan merokok. Dalam benak gue, “Oh, mungkin dia orang kaya banget kali yah, jadi kalo pas ketangkep dia bisa langsung bayar dendanya”
Dan gue pun penasaran, kira-kira dimana aja sih tempat-tempat yang boleh merokok di singapura ini??
The Uncertainty
Konon hidup itu seperti serpihan-serpihan ketidak pastian. Seperti pada saat gue menuliskan kalimat ini, hingga dititik ini. Gue ngga pasti tau mau dibawa kemana arah tulisannya, gue membiarkan tulisan gue mengalir untuk mengetahui sejauh mana otak dan jari-jari gue ter-sinkronisasi.
Manusia itu gudangnya rencana, sebut saja pada saat gue buka blog writer client tadi, ada beberapa topik yang terencana untuk gue tuliskan, hingga terpilihlah judul ‘The Uncertainty’ ini, karena gue berfikir gue ngga yakin bisa menyelesaikan tulisan lainnya disaat ketidakpastian menyelimuti pikiran gue,
Konon dalam hidup itu cuma ada beberapa hal aja yang pasti, such as mati, jodoh, rejeki, dan entah lagi yang lainnya. Tapi tetap saja beberapa hal yang tadi gue sebutkan harus butuh upaya untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Gue menyebut hal-hal itu seperti kepastian dalam ketidakpastian. Gue pasti mati tapi gue ngga pasti tau mati dalam kondisi seperti apa. Gue pasti berjodoh dengan sesuatu tapi gue ngga pasti tau akan seperti apa jodoh itu nantinya. Demikian halnya dengan rejeki, yang gue tau gue cuma butuh untuk tidak mengecewakan orang-orang yang ada dibelakang gue.
Gue mulai bisa menikmati hal ini kayaknya, seperti menyusun puzzle-puzzle ketidak pastian menjadi sesuatu yang persis sama seperti yang gue inginkan, walaupun katanya ketidak pastian hari ini akan menghasilkan sebuah kepastian yang sudah digariskan suatu hari nanti.
God sometimes plays in a funny way :)